img20220724wa0012_1658635993

SMK PGRI 3 Malang Bantu Keluarga Siswa Barunya Yang Tewas Kecelakaan

KOTA MALANG – Bantuan duka akan diberikan SMK PGRI 3 Tlogomas Malang kepada keluarga W (15) yang merupakan siswa baru di Skariga, dan mengalami nasib nahas di Jembatan Tunggulmas.

Seperti diberitakan suarajatimpost.com sebelumnya, korban meninggal saat setting motor balapan dan terjatuh di Jembatan Tunggulmas, ketika motor yang ia kendarai menabrak pagar jembatan di ketinggian + 25 meter.

Posisi terakhir jenazah korban ada dibawah jembatan, sementara motor yang ia kendari masih tergeletak diatas Jembatan Tunggulmas.

Insiden ini terjadi pada kemarin malam, Sabtu 23 Juli 2022 jam 21.45. Korban pulang dari nongkrong di warung kopi bersama kawannya, dan melanjutkan agenda setting motor di jembatan penghubung itu.

Nahas, atas insiden tersebut nyawa remaja asal Pujon Lor tersebut tidak tertolong karena luka parah akibat jatuh dari ketinggian antara jembatan dan dasar jurang.

Dikonfirmasi melalui ponsel, Kabid Humas dan Promosi SMK PGRI 3 Malang, Ryandi Agung S Or, memastikan bahwa pihak sekolah akan memberikan ungkapan duka berupa bantuan untuk keluarga.

“Kami mendapatkan berita duka semalam (Sabtu) dan saya langsung turun ke lokasi kejadian, mengawal ke RSSA hingga pagi ini jam 04.00, rencananya nanti perwakilan sekolah akan salurkan bantuan kepada keluarga korban,” kata Ryan, Minggu (24/7/2022).

Selanjutnya, Ryan berharap agar mendatang tidak lagi terjadi insiden serupa yang kembali menelan korban pada siswa-siswinya.

Sekadar informasi, saat berita ini ditayangkan perwakilan pihak SMK PGRI 3 Tlogomas Malang telah menuju rumah duka untuk berbela sungkawa dan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban yang baru sepekan bersekolah di Skariga itu. (Doi Nuri)

IMG-20220704-WA0028-1024x768

Hal Ini yang Tidak Boleh Dilakukan di SMK PGRI 3

Malang Post – Tekad dan komitmen SMK PGRI 3 (SKARIGA) Malang, terhadap siswa-siswinya. Dan utamanya terhadap 875 siswa baru, adalah melarang keras melakukan aksi bullying atau perundungan kepada sesamanya. Sekaligus melarang penyalahgunaan narkoba.

“Sanksinya pun tidak tanggung-tanggung bagi si pelanggarnya. Dikembalikan kepada orang tuanya. Karena sekolah ini dengan motto-nya, Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW). Sehingga ditekankan untuk tidak melakukan hal merugikan,” tegas Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hadi, S.T., Senin (4/07/2022).

Katanya lagi, SKARIGA setiap tahun usai dari pelaksanaan PPDB, sengaja memberikan bekal lahir dan batin kepada siswa baru. Semacam masa orientasi siswa (MOS). Sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2022-2023 nantinya.”Oleh karenanya, kesiapan mental, rohani dan jasmani siswa mesti dipersiapkannya. Siswa bakal ditempa dengan penguatan, penanaman dan peningkatan nilai Pancasila, Kebangsaan dan Kebudayaan, Kedisiplinan. Ditambah, ditanamkan rasa kemanusiaan (peduli) terhadap lingkungan di sekitarnya,” ucap Lukman.

Tahun ini, imbuh Lukman, diikuti 875 siswa baru dari Malang Raya, Bali dan Sumatera serta daerah lainnya.

KCS sendiri digelar selama lima hari. Diawali dengan apel pagi kesiapsiagaan di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Lowokwaru.

“Dilanjutkan, pembekalan materi wawasan kebangsaan, enterpreneurship dan materi konsultasi bisnis hingga sore hari pukul 16.00. Esoknya, Selasa dan Rabu (5-6/07/2022). Disambung dengan pengemblengan kedisiplinan dan kekuatan jasmani maupun mental di Yon Arhanudri Karangploso,” bebernya.

Dua hari berikutnya, pada Rabu dan Kamis (13-14/07/2022). 875 siswa diajak dan diasah kepekaan atau kepeduliannya terhadap keadaan di sekitarnya. Bersosialisasi langsung dengan warga masyarakat Kota Batu.

“Dari hasil gemblengan itu semua. Siswa dituntut mempersiapkan diri, kelak sudah siap bersosialisasi, berkompetisi berprestasi di tengah masyarakat manapun. Karena lulusan SKARIGA dicetak sebagai orang sukses di masa mendatang,” tambah Lukman.

Kasat Reskoba Polresta Makota, Kompol Danang Yudanto mewakili Kapolresta Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan, sebagai aparat penegak hukum (APH) mengimbau kepada semua siswa SMK PGRI 3 Malang.

“Khususnya siswa baru, dalam menempuh studi pendidikan nantinya. Menjauhi aksi bullying atau perundungan maupun penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apapun. Mengingat aksi bullying dan penyalahgunaan narkoba masih mudah ditemui di dunia pendidikan,” sebut Kompol Danang.

Masa-masa muda yang ada saat ini, menurutnya, jangan sampai dibuang atau dimanfaatkan tanpa memiliki nilai dan arti. Sebaliknya, mesti dimanfaatkan beraksi positif membuahkan prestasi. Melalui inovasi atau kreatifitas siswa, sehingga membanggakan banyak pihak.

“Terpenting lagi adalah jadikan sarana ilmu dan wawasan sebagai modal utama berkarya dan berkreasi. Mewujudkan lapangan kerja bagi anak bangsa kedepannya,” pungkasnya. (Iwan – Ra Indrata)

kegiatan-pawai-yang-dilakukan-oleh-smk-pgri-3-kota-malang-untuk-memeriahkan-hut-ri-ke-77

Pawai SMK PGRI 3 Semarakkan HUT RI Ke 77 Libatkan Siswa, Guru dan Karyawan

SURYAMALANG.COM, MALANG – SMK PGRI 3 Kota Malang mengadakan pawai untuk menyemarakkan HUT RI ke 77, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan ini melibatkan siswa, guru dan karyawan. Siswa yang dilibatkan adalah kelas 10 dan 11.

“Dari siswa ada sebanyak 1680 orang. Belum guru dan karyawan,” jelas Lukman Hakim, Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang pada suryamalang.com di sela acara. Setiap kelas yang tampil berbeda kostumnya.

Mereka berkumpul di halaman luar Stadion Gajayana Malang dan selanjutnya diberangkatkan bergantian mengarah ke Jl Tenes, Jl Kawi, Arjuno, Semeru, Jl Besar Ijen, masuk lagi ke JL Kawi lalu ke JL Tangkuban Prahu.

Agar semarak, ada 30 kendaraan yang membawa sound system untuk menyuarakan lagu/musik. Para siswa itu dari 42 kelas yang ada.

“Saya senang ada kegiatan seperti ini. Kelas kami memakai busana Jawa khususnya Jogja,” jelas Anggun mewakili kelompok temannya di kelas 11 pemasaran.

Menurut Lukman, profil pelajar Pancasila dicuatkan karena ada keragaman budaya di Indonesia.

“Ini murni inspirasi mereka. Selain itu dengan kegiatan ini juga menguatkan gerakan sekolah menyenangkan dan sekolah anti bullying,” kata dia.

Ini disuarakan dalam momentum hari besar nasional. Selain itu, sekolah ingin melakukan kegiatan yang berbeda dengan lainnya. Adanya pawai ini menarik perhatian masyarakat. Apalagi melewati jalan-jalan strategis.